Sabtu, 31 Oktober 2009

Luka Bakar

Luka Bakar


Luka bakar merupakan salah satu rasa nyeri yang sangat hebat yang pernah/dapat dialami seseorang adalah rasa nyeri yang diakibatkan oleh terbakar. Sewaktu luka bakar terjadi, terjadi rasa sakit yang sangat hebat karena ujung-ujung dari saraf rusak sehingga menimbulkan perasaan sakit yang terus menerus. Luka bakar dapat disebabkan oleh panas, kimia, listrik, cahaya, atau radiasi. Luka bakar menjadi penting karena dapat menyebabkan kematian.

Luka bakar mempunyai pembagian berdasarkan keparahannya, yaitu :

  • Derajat satu

Derajat ini hanya meliputi bagian luar dari kulit. Pada derajat ini tidak ditemukan adanya lepuh (bula). Luka bakar derajat satu merupakan yang paling sering terjadi. Luka ini akan sembuh dengan sendirinya tanpa menimbulkan bekas dalam waktu dua hingga lima hari.

  • Derajat dua

Kerusakan yang terjadi lebih dalam daripada derajat satu. Dapat terlihat adanya lepuh. Didapatkan rasa nyeri yang hebat. Dasar luka berwarna merah atau pucat, sering terlihat lebih tinggi daripada permukaan kulit normal. Luka bakar derajat ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu derajat dua dangkal (superfisial) dan derajat dua dalam (deep)

  • Derajat tiga

Kerusakan yang terjadi lebih dalam lagi daripada derajat dua. Tidak dijumpai adanaya lepuh. Kulit yang terbakar berwarna abu-abu dan pucat. Tidak didapatkan rasa nyeri, karena ujung-ujung saraf sudah mengalami kerusakan bahkan kematian.

Kita sering menjumpai kejadian luka bakar di kehidupan kita sehari-hari. Entah itu karena kompor meledak, tersiram air panas, tersemprot air aki, atau bahkan karena usaha bunuh diri. Namun kita sering sekali bingung mesti berbuat bagaimana. Yang sering kita lihat di lapangan adalah jika terjadi luka bakar segera olesi dengan sabun, kecap, bubuk, atau bahan-bahan yang lainnya.

Pada dasarnya, prinsip yang harus kita pegang jika kita menghadapi kejadian luka bakar adalah :

  • Jauhkan korban dari sumber yang menyebabkan luka bakar
  • Hentikan proses terbakar

Alirkan air biasa (jangan terlalu panas atau terlalu dingin) pada luka bakar. Cuci bersih bahan kimia (seperti air aki) dengan mengalirkan terus air selama 20 menit atau lebih. Lepaskan semua pakaian dan perhiasan yang mengganggu. Jika terdapat perlekatan pakaian pada kulit, gunting disekitarnya. Jangan berusaha untuk melepas pakaian yang sudah melekat pada kulit.

  • Lakukan penilaian pertama

Tangani semua hal yang mengancam nyawa. Jika kita tidak dapat menangani, segera panggil bantuan kesehatan

  • Tutup luka bakar

Gunakan bahan yang steril untuk menutup luka bakar. Jangan gunakan mentega, salepe, lotion, antiseptik, atau es pada luka bakar. Jangan memecahkan lepuh yang ada.

  • Pertahankan korban dalam keadaan hangat

Jadi yang perlu diingat adalah jika kita menjumpai luka bakar, segera alirkan dengan air biasa yang mengalir. Jangan diberi salep, kecap, sabun, dll. Lalu setelah itu, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Keracunan Makanan

Keracunan Makanan


Defenisi
Food poisoning atau keracunan makanan merupakan penyakit yang diakibatkan pengkonsumsian makan atau minuman yang memiliki kandungna bakteri, dan/atau toksinnya, parasit, virus atau bahan-bahan kimia yang dapat menyebabkan gangguan di dalam fungsi normal tubuh. Beberapa gejala yang timbul akibat keracunan biasanya ringan tetapi dapat hingga berat dan memerlukan perawatan di rumah sakit, beberapa keracunan juga dapat menyebabkan kematian. Gejala-gejala yang dimaksud adalah nyeri perut, muntah, diare, sakit kepala, dan beberapa gejala yang mengancam nyawa meliputi gaangguan pada fungsi neurologis, hati dan ginjal.

Menurut Center of Disease Control (CDC), sebagian besar keracunan makan akibat kesalahan dalam mengolah makanan, seperti

  • Membiarkan makanan yang telah siap saji pada suhu yang baik bagi bakteri untuk tumbuh.
  • Kesalahan memasak atau menghangatkan kembali makanan.
  • Kontaminasi silang
  • Kontaminasi oleh tangan pengolah makanan (koki)

Beberapa hal yang perlu dilakukan jika menemui kasus keracunan khususnya pada keracunan yang memiliki gejala diare:

    • Rehidrasi dan suplementasi elektrolit yang tepat. Sehingga tidak terdapat syok karena kurang cairan
    • Penyerap cairan untuk mengurangi kehilangan cairan seperti kaopektat, aluminium hidroksida.
    • Jika gejala tetap persisten lebih dari 3 hari, maka hal yang paling tepat dilakukan adalah membawa korban ke RS untuk menerima perawatan lebih intesnsif, sebab pengobatan simptomatik saja tidak cukup, korban harus menerima cairan lebih intensif melalui infus. Dan pada rumah sakit dapat dilakukan pemeriksaan diagnosti lebih baik.

Untuk mencegah terjadinya keracunan makanan, kita sebaiknya melakukan

      • Pengelolaan sistem hiegen yang baik
      • Pengolahan makanan yang baik
      • Hindari terjadi kontaminasi dari mana pun
      • Simpan makanan dalam suhu yang tepat (<> 60oC untuk makanan yang panas).
      • Hindari makan makanan yang asam yang dikemas dalam kemasan yang terbuat dari logam.
      • Hindari makan jamur yang liar.
      • Hindari mengkonsumsi makanan setengah matang.

ASTON INTERNATIONAL OPENS NEW CONDOTEL IN KUTA – BALI

Press Release


Jakarta - 1 September 2009 – Aston International opened the 4 star Aston Kuta Hotel & Residence.

The newly build Aston Kuta is the Aston groups eight property in Bali and the first international 4 star Condotel in Kuta offering a mix of 209 guest room, family rooms and serviced resort condominiums.

Located on Jalan Wana Segara the Aston is in Kuta’s Tuban area just off Tuban Beach. Located to the south of Kuta Beach, Tuban Beach is more tranquil and secluded than its northern neighbor and has recently been upgraded with massive sand fills and the construction of a breakwater making it the widest sand beach in Bali.

In addition to the privileged location in one of Bali’s most popular areas the Aston Kuta features extensive resort facilities such as 5 meeting rooms, a roof top bar and lounge with stunning Indian Ocean views, an eclectic café-restaurant, lobby bar and kids club. Recreation facilities include a large outdoor pool, children’s pool, gymnasium and a full service spa.

Aris Syamsul, General Manager of Aston Kuta Hotel & Residence said, “Aston Kuta is a contemporary sanctuary just a short stroll from the beach and provides a stylish and comfortable atmosphere reminiscent of 21st century Bali”.

Aston also announced that the company plans to open two more Condotels in Kuta this year and has entered agreements to develop several sites in Kuta and Legian with premium select service hotels under the group’s affordable lifestyle 3 star “Quest Hotel” brand and the popular 2 star “favehotel” label.

Simultaneously, the group’s luxury division is developing 3 new high end boutique villa resorts in Nusa Dua, the Bukit Peninsula and Ubud.

About Aston International

Aston entered the Indonesian market in the late nineties and has an underlying portfolio consisting of 40 properties including hotels, resorts, serviced apartments and boutique villa resorts, of which 20 are operational and 20 under development due to open between now and 2011.

Aston properties currently operate under the 5 star Grand Aston, 4 star Aston and 3 star Aston City Hotel brands but the company is also developing Life Style Designer Hotels under the Royal Alana and Alana brand, Luxury Villa resorts under the Royal Kamuela and Kamuela brands and 3 star hotels under the affordable lifestyle Quest Hotel brand as well as 2 star favehotel.

The first luxury Royal Kamuela Villa resort is due to open in May 2010 in Nusa Dua - Bali and the first 3 star Quest Hotels are under construction in the Indonesian City of Semarang and in Bali’s Kuta. 2 star favehotels are envisioned to open in literally every major Indonesian city with the first one due to open in September in Denpasar Bali.

With a proven track record of success, Aston has a very definitive vision of the future - to be universally recognized as the preferred hospitality management company in the Asia Pacific.

For further information and images please contact:

ASTON International Hotels, Resorts and Residences

Wisma Staco 3rd Floor, Suite 100, Jl. Casablanca Kav. 18, Jakarta 12870, Indonesia

t: + 62-21 831 8800 f: +62-21 831 7180

e: Info@Aston-International.com Visit us: www.Aston-International.com

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Siaran Pers

ASTON INTERNATIONAL MEMBUKA KONDOTEL BARU DI KUTA - BALI

Jakarta - 1 September 2009 – Aston International membuka hotel bintang 4 Aston Kuta Hotel & Residence.

Hotel Aston Kuta yang baru berdiri ini merupakan properti ke delapan dari grup Aston yang berada di Bali dan Kondotel bintang 4 international yang pertama di Kuta dengan menawarkan 209 kamar yang terdiri dari kamar tamu, kamar keluarga dan serviced resort condominiums.

Terletak di Jalan Wana Segara, Hotel Aston ini berada di daerah Tuban – Kuta tidak jauh dari Pantai Tuban. Berlokasi di selatan Pantai Kuta, Pantai Tuban lebih tenang dan tersembunyi dibandingkan dengan tetangga utaranya, yang baru-baru ini baru saja diremajakan kembali dengan menambah pasir pantai dan dibangunnya pemecah ombak sehingga menjadikannya pantai pasir putih terluas di Bali.

Sebagai tambahan untuk lokasinya di salah satu daerah Bali yang populer, Aston Kuta juga memiliki fasilitas resor yang lengkap seperti 5 ruang pertemuan, roof top bar dan klub anak-anak. Fasilitas rekreasi yang tersedia adalah kolam renang luar ruang yang besar, kolam renang anak-anak, pusat kebugaran dan pelayanan spa.

Aris Syamsul, General Manager Aston Kuta Hotel & Residence mengatakan, “Aston Kuta merupakan tempat beristirahat dengan konsep kontemporer tidak jauh dari pantai hanya dengan berjalan kaki yang merupakan perpaduan gaya dan suasana kenyamanan dari Bali abad ke-21”.

Aston juga mengumumkan bahwa perusahaan kami berencana untuk membuka 2 Kondotel lagi di Kuta dalam tahun ini dan telah dalam tahap kesepakatan untuk membangun beberapa lokasi di Kuta dan Legian dengan bran hotel premium dibawah grup bintang 3 hotel, bran “Quest Hotel” dan bran bintang 2 yang populer “favehotel”.

Dan secara berkelanjutan, divisi hotel mewah di grup Aston International sedang mengembangkan 3 vila butik resor mewah di Nusa Dua, Bukit Peninsula dan Ubud.

Tentang Aston International


Berasal dari Hawaii, Aston memasuki pasar Indonesia pada akhir tahun 1990-an dan saat ini memiliki portfolio sebanyak 40 hotel termasuk Hotel, Resort, Serviced Apartments, Boutique Villa Resorts dan Suites, 15 diantaranya telah beroperasi dan 25 hotel dalam tahap pembangunan sampai dengan 2010.

Aston International mengelola hotel bintang 5 Grand Aston, bintang 4 Aston dan bintang 3 Aston City Hotel dimana saat ini sedang dalam proses untuk meluncurkan brand spesifik untuk hotel-hotel dengan tema tersendiri yaitu Lifestyle Hotel dengan Royal Alana dan Alana, tema resort Luxury Villa dengan Royal Kamuela dan Kamuela dan hotel bintang 3 dengan tema gaya hidup yang terjangkau yaitu Quest Hotel sedangkan untuk hotel bintang 2 dengan bran favehotel.

Resort mewah pertama, Royal Kamuela Villas akan beroperasi bulan Mei 2010 di Nusa Dua - Bali dan hotel bintang 3 pertama Quest Hotel sedang dalam tahap pembangunan di beberapa kota di Indonesia, Semarang dan di Kuta, Bali. Hotel bintang 2 favehotel akan segera terwujud di hampir seluruh kota besar di Indonesia dengan hotel pertama yang akan dibuka pada bulan September di kota Denpasar, Bali.

Dengan rekam jejak yang terbukti, Aston mempunyai visi yang sangat jelas - untuk dikenal secara universal sebagai perusahaan pengelola keramah-tamahan terpilih di Asia Pasifik.

Untuk informasi lebih lanjut, mohon menghubungi:

ASTON International Hotels, Resorts and Residences

Wisma Staco Lantai 3, Ruang 100, Jl. Casablanca Kav. 18, Jakarta 12870, Indonesia

t: + 62-21 831 8800 f: +62-21 831 7180

e: Info@Aston-International.com Kunjungi: www.Aston-International.com




--
Regards,

F.M. Anindita (Dita)
Corp. Public Relations Officer
Aston International
Hotels, Resorts & Residences
Wisma Staco, 3rd Floor, Suite 100
Jl. Casablanca Kav 18 Jakarta 12870, Indonesia
m: 0818 940 765
t : +62-21 - 831 8800
f : +62-21 - 831 7180
e : dita@Aston-International.com
w : www.Aston-International.com

Jalan Napas (Airway)

Jalan Napas (Airway)


Tubuh kita dapat bertahan beberapa minggu tanpa adanya makanan dan beberapa hari tanpa adanya minum. Namun, tubuh kita tidak dapat bertahan lama jika tanpa oksigen. Terdapat rumusan yang sudah diketahui internasional untuk urutan pertolongan pada korban, yaitu ABC (Airway-Breathing-Circulation). Airway ditempatkan pada urutan pertama karena masalah airway akan mematikan paling cepat. Komponen yang penting dari sistem pernapasan adalah hidung dan mulut, faring, epiglotis, trakea, laring, bronkus dan paru.

Anatomi sistem pernapasan
Hidung dan mulut

Normalnya, manusia akan berusaha bernapas melalui hidung, dan pada keadaan tertentu akan bernapas melalui mulut. Udara yang masuk akan mengalami proses penghangatan dan pelembapan. Pada korban yang tidak sadar, lidah akan terjatuh kebelakang rongga mulut. hal ini dapat menyebabkan gangguan pada airway. Lidah pada bayi lebih besar secara relatif sehingga lebih mudah menyumbat airway.

Faring
Kalau kita membuka mulut lebar-lebar, maka akan terlihat suatu ruangan pada dinding belakang, yang dikenal sebagai faring. Udara dari hidung dan mulut, serta makanan dari mulut harus melalui faring ini.

Udara dari mulut masuk melalui lubang mulut ke faring yang dikenal sebagai orofaring. Udara yang masuk melalui hidung akan ke bagian faring yang dinamakan nasofaring. Pada bagian bawah, faring terbagi menjadi dua saluran. Saluran pertama disebut sebagai esofagus (kerongkongan) yang merupakan jalur masuk makanan ke lambung. Saluran kedua disebut sebagai laring (tenggorokan), yang merupakan jalur pernapasan dan akan bersambungan dengan paru.

Epiglotis
Trakea dilindungi oleh sebuah flap berbentuk daun yang berukuran kecil yang dinamakan epiglotis. Normalnya, epiglotis menutup laring pada saat makanan atau minuman masuk melalui mulut, sehingga akan diteruskan ke esofagus. Tetapi, pada keadaan tertentu seperti trauma atau penyakit, refleks ini tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, sehingga dapat terjadi masuknya benda padat atau cair ke laring yang dapat mengakibatkan tersedak.

Laring dan trakea
Laring adalah bagian paling pertama dari saluran pernapasan. Pada bagian ini terletak pita suara. Setelah melalui laring, udara kana melalui trakea. Pada bayi, trakea berukuran lebih kecil, sehingga tindakan mendongakan kepala secara berlebihan (hiperekstensi) akan menyebabkan sumbatan pada airway.

Bronkus dan paru
Ujung bawah trakea akan bercabang menjadi dua, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Setiap bronkus akan terbagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil yang disebut bronkiolus. Dapat dibayangkan seperti ranting-ranting dan cabang-cabangnya pada sebuah pohon. Pada ujung terakhir, ada yang disebut alveolus. Pada alveolus akan terjadi pertukaran oksigen dengan karbondioksida.

Penilaian jalan napas pada korban
Membuka jalan napas
Lidah merupakan penyebab utama tertutupnya jalan napas pada korban tidak sadar. Pada korban yang tidak sadar, lidah akan kehilangan kekuatan ototnya sehingga akan terjatuh kebelakang rongga mulut. Hal ini mengakibatkan tertutupnya trakea sebagai jalan napas. Pada kasus-kasus tertentu, korban membutuhkan bantuan pernapasan. Sebelum diberikan bantuan pernapasan, jalan napas korban harus terbuka. Ada dua manuver yang lazim digunakan untuk membuka jalan napas, yaitu head tilt / Chin lift dan jaw trust.

Head tilt / Chin lift
Tehnik ini hanya dapat digunakan pada korban tanpa cedera kepala, leher, dan tulang belakang. Tahap-tahap untuk melakukan tehnik ini adalah :

  1. Letakkan tangan pada dahi korban (gunakan tangan yang paling dekat dengan dahi korban).
  2. Pelan-pelan tengadahkan kepala pasien dengan mendorong dahi kearah belakang.
  3. Letakkan ujung-ujung jari tangan yang satunya pada bagian tulang dari dagu korban. Jika korban anak-anak, gunakan hanya jari telunjuk dan diletakkan dibawah dagu.
  4. Angkat dagu bersamaan dengan menengadahkan kepala. Jangan samapi mulut korban tertutup. Jika korban anak-anak, jangan terlalu menengadahkan kepala.
  5. Pertahankan posisi ini.

Jaw trust
Tehnik ini dapat digunakan selain tehnik diatas. Walaupun tehnik ini menguras tenaga, namun merupakan yang paling sesuai untuk korban dengan cedera tulang belakang. Tahap-tahap untuk melakukan tehnik ini adalah :

  1. Berlutut diatas kepala korban. Letakkan siku pada lantai di kedua sisi kepala korban. Letakkan tangan di kedua sisi kepala korban.
  2. Cengkeram rahang bawah korban pada kedua sisinya.jika korban anak-anak, gunakan dua atau tiga jari dan letakkan pada sudut rahang.
  3. Gunakan gerakan mengangkat untuk mendorong rahang bawah korban keatas. Hal ini menarik lidah menjauhi tenggorokan.
  4. Tetap pertahankan mulut korban sedikit terbuka. Jika perlu, tarik bibir bagian bawah dengan kedua ibu jari.


Penilaian jalan napas
Patensi (tetap mepertahankan) jalan napas sangat diperlukan untuk pernapasan yang adekuat. Jika korban sadar dan dapat berbicara dengan baik, maka dapat disimpulkan bahwa jalan napasnya paten (tidak ada sumbatan). Jika korban mengalami penurunan kesadaran, maka perlu diperhatikan lebih lanjut mengenai patensi jalan napasnya. Biasanya korban dengan penurunan kesadaran terdapat darah, muntahan, atau air liur yang berlebihan pada jalan napasnya.
Apabila jalan nafas sudah baik dan yakin tidak ada sumbatan maka diteruskan ke prosedur selanjutnya yaitu breathing (pernapasan).

Pernapasan (Breathing)
Defenisi

Bernapas adalah usaha seseorang secara tidak sadar/otomatis untuk melakukan pernafasan. Tindakan ini merupakan salah satu dari prosedur resusitasi jantung paru (RJP).

Untuk menilai seseorang bernafas secara normal dapat dilihat dari berapa kali seseorang bernapas dalam satu menit, secara umum;

  • Frekuensi/jumlah pernapasan 12-20x/menit (dewasa), anak (20-30x/menit), bayi (30-40x/menit)
  • Dada sampai mengembang

Pernapasan dikatakan tidak baik/tidak normal jika terdapat keadaan berikut ini:

  • Ada tanda-tanda sesak napas : peningkatan frekuensi napas dalam satu menit
  • Ada napas cuping hidung (cuping hidung ikut bergerak saat bernafas)
  • Ada penggunaan otot-otot bantu pernapasan (otot sela iga, otot leher, otot perut)
  • Warna kebiruan pada sekitar bibir dan ujung-ujung jari tangan
  • Tidak ada gerakan dada
  • Tidak ada suara napas
  • Tidak dirasakan hembusan napas
  • Pasien tidak sadar dan tidak bernapas

Tindakan-tindakan ini dapat dilakukan bila pernapasan seseorang terganggu:

  • Cek pernapasan dengan melihat dada pasien dan mendekatkan pipi dan telinga ke hidung dan mulut korban dengan mata memandang ke arah dada korban (max 10 detik)
  • Bila korban masih bernapas namun tidak sadar maka posisikan korban ke posisi mantap (posisikan tubuh korban miring ke arah kiri) dan pastikan jalan napas tetap terbuka; segera minta bantuan dan pastikan secara berkala (tiap 2 menit) di cek pernapasannya apakah korban masih bernapas atau tidak
Gambar : Posisi mantap
  • Jika korban bernapas tidak efektif (bernapas satu-satu, ngap-ngap, atau tidak bernapas) :
  • Aktifkan sistem gawat darurat (bila ada orang lain minta orang lain untuk mencari/menghubungi gawat darurat)
  • Buka jalan napas dengan menengadahkan kepala korban dan menopang dagu korban (head tilt dan chin lift)

Gambar : Buka jalan nafas; mendengar, melihat dan merasakan
hembusan nafas

  • Pastikan tidak ada sumbatan dalam mulut korban; bila ada sumbatan dapat dibersihkan dengan sapuan jari-balut dua jari anda dengan kain dan usap dari sudut bibir sapu ke dalam dan ke arah luar
  • Berikan napas buatan dengan menarik napas biasa lalu tempelkan bibir anda ke bibir korban dengan perantaraan alat pelindung diri (face mask, face shield) lalu hembuskan perlahan >1 detik sambil jari tangan anda menutup hidung korban dan mata anda melihat ke arah dada korban untuk menilai pernapasan buatan yang anda berikan efektif atau tidak (dengan naiknya dada korban maka pernapasan buatan dikatakan efektif)
  • Berikan nafas buatan 2x lalu periksa denyut nadi korban (menggunakan jari telunjuk dan jari tengah raba bagian tengah jakun, lalu geser ke arah samping hingga teraba lekukan di pinggir jakun tersebut) didaerah leher seperti pada gambar; bila tidak ada denyut maka masuk ke langkah CPR
Gambar : Periksa denyut pembuluh darah arteri karotis
  • Bila ada denyut nadi maka berikan napas buatan dengan frekuensi 12x/menit/1 tiap 5 detik sampai korban sadar dan bernapas kembali atau tenaga paramedis datang; dan selalu periksa denyut nadi korban apakah masih ada atau tidak setiap 2 menit

Sirkulasi
Defenisi

Sistem sirkulasi atau pompa darah pada tubuh manusia dilakukan oleh jantung. Jantung terdiri dari empat ruangan, yaitu atrium kanan, atrium kiri, bilik kanan dan bilik kiri. Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.

Pada keadaan henti jantung dimana jantung berhenti berdenyut dan berhenti memompakan darah ke seluruh tubuh, maka organ-organ tubuh akan kekurangan oksigen. Organ yang paling rentan untuk terjadi kerusakan akibat kekurangan oksigen adalah otak. Hal ini disebabkan karena sel-sel otak mengkonsumsi energi yang berasal dari oksigen saja. Tanpa oksigen, proses hidup sel otak akan terganggu. Dalam waktu 4-6 menit tanpa oksigen, sel-sel otak akan mulai mengalami kerusakan. Setelah 8-10 menit sel otak akan rusak permanen.

Tindakan resusitasi jantung paru diharapkan dapat membantu mengalirkan darah ke seluruh tubuh walaupun tidak seoptimal kerja jantung. Untuk membantu sirkulasi dapat dilakukan kompresi jantung atau kompresi dada.

Tanda-tanda henti jantung

Pada korban yang dicurigai terjadi henti jantung harus diperiksa terlebih dahulu sebelum dilakukan kompresi jantung. Korban yang mengalami henti jantung sudah pasti dalam keadaan tidak sadarkan diri. Periksa segera jalan nafas dan apakah ada usaha bernafas (Breathing). Setelah itu kita periksa denyut jantung dengan meraba denyut arteri karotis. Dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah raba bagian tengah jakun, lalu geser ke arah samping hingga teraba lekukan di pinggir jakun tersebut. Rasakan denyut hingga 10 detik. Bila tidak dirasakan sama sekali denyut jantung lakukan kompresi dada.

Langkah-langkah kompresi jantung :

  1. Letakkan korban di tempat yang datar dan keras
  2. Bebaskan dada korban dari baju yang dikenakan korban
  3. Perlu diingat sebelum melakukan kompresi dada jalan nafas harus dipastikan tetap bebas
  4. Letakkan punggung telapak tangan kanan atau tangan yang dominan tepat di tengah-tengah tulang dada diantara kedua puting susu.
  5. Letakkan tangan yang satu lagi diatas tangan yang dominan tadi.
  1. Pastikan kedua tangan dapat saling terkait dengan stabil
  2. Arahkan bahu agar tepat berada diatas kedua telapak tangan tersebut hingga lengan menjadi lurus
  3. Dengan menggunakan bantuan berat badan, lakukan penekanan ke dada korban hingga kedalaman 4-5 cm.
  1. Lakukan kompresi ini sebanyak 30 kali kemudian diselingi dengan nafas buatan sebanyak 2 kali. Ini merupakan satu siklus.
  2. Setelah lima siklus, dapat diperiksa kembali apakah sudah ada denyut jantung. Bila belum ada, ulangi kembali siklus.

Tenggelam

Tenggelam

Tenggelam merupakan salah satu penyebab kematian paling sering. Pada dasarnya kematian pada korban yang tenggelam terjadi karena korban mengalami sumbatan jalan nafas dan hipoksia (kekurangan oksigen). Karena itu penderita yang tenggelam sedapat mungkin harus segera dibawa ke permukaan untuk dilakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Pertolongan pertama atau RJP di air adalah tindakan yang memiliki risiko tinggi bagi korban dan juga penolong. Namun bila penolong terlatih, hal ini masih mungkin dilakukan.

Setelah penderita dibawa ke darat, RJP dapat segera dilakukan sebanyak 5 siklus sebelum penolong meminta bantuan. Tindakan pembersihan jalan nafas seperti penyapuan mulut dengan jari tidak perlu dilakukan karena sudah hampir pasti penyebab henti jantung pada korban tenggelam adalah akibat hipoksia (kekurangan oksigen). Air tidak dianggap sebagai benda asing yang dapat menyebabkan sumbatan.
Tenggelam bisa terjadi di mana saja: laut, danau, bahkan di lingkungan sekitar seperti kolam renang. Hal ini sering terjadi pada anak-anak dikarenakan para orang tua kadang membiarkan anaknya berenang tanpa pengawasan padahal hal tersebut sangat berbahaya.


Cara terhindar dari ancaman tenggelam :

  1. Setiap anak yang sedang berenang harus selalu diawasi
  2. Hindari minum minuman keras sebelum berenang atau dekat kolam renang
  3. Pintu masuk atau akses ke kolam renang harus selalu dalam pengawasan
  4. Peralatan penyelamat seperti pelampung atau ban penyelamat harus selalu dekat dengan kolam renang atau area berenang
  5. Bila punya kolam renang di rumah, letakkan telepon dekat dengan kolam renang. Agar anda bisa mengangkat telepon tanpa meninggalkan pengawasan anak anda saat berenang
  6. Hindari meletakkan meja dan kursi dekat kolam renang agar anak anda tidak dapat memanjatnya
  7. Tenggelam pun bisa terjadi pada orang dewasa, jadi pengawasan tetap dibutuhkan
  8. Ikutkan salah seorang anggota keluarga anda di dalam pelatihan RJP agar bila dibutuhkan suatu saat ia dapat menolong.

Syok

Syok

Syok merupakan keadaan gagalnya sirkulasi darah secara tiba-tiba akibat gangguan peredaran darah atau hilangnya cairan tubuh secara berlebihan. Sirkulasi darah berguna untuk mengantarkan oksigen dan zat-zat lain ke seluruh tubuh serta membuang zat-zat sisa yang sudah tidak diperlukan. Oleh karena itu, kegagalan sirkulasi sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian.

Syok dapat disebabkan oleh kegagalan jantung dalam memompa darah, pelebaran pembuluh darah yang abnormal, dan kehilangan volume darah dalam jumlah besar. Keadaan syok akan melalui tiga tahapan mulai dari tahap kompensasi (masih dapat ditangani oleh tubuh), dekompensasi (sudah tidak dapat ditangani oleh tubuh), dan ireversibel (tidak dapat pulih). Tahap kompensasi adalah tahap awal syok saat tubuh masih mampu menjaga fungsi normalnya. Tanda atau gejala yang dapat ditemukan pada tahap awal seperti kulit pucat, peningkatan denyut nadi ringan, tekanan darah normal, gelisah, dan pengisian pembuluh darah yang lama, CRT (untuk bayi dan anak-anak). Gejala-gejala pada tahap ini sulit untuk dikenali karena biasanya individu yang mengalami syok terlihat normal.

Pada tahap dekompensasi, tubuh tidak mampu lagi mempertahankan fungsi-fungsinya. Yang terjadi adalah tubuh akan berupaya menjaga organ-organ vital yaitu dengan mengurangi aliran darah ke lengan, tungkai, dan perut dan mengutamakan aliran ke otak, jantung, dan paru. Tanda dan gejala yang dapat ditemukan diantaranya adalah rasa haus yang hebat, peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah, kulit dingin, pucat, serta kesadaran yang mulai terganggu.

Jika tidak dilakukan pertolongan sesegera mungkin, maka aliran darah akan mengalir sangat lambat sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah dan denyut jantung. Mekanisme pertahanan tubuh akan mengutamakan aliran darah ke otak dan jantung sehingga aliran ke organ-organ seperti hati dan ginjal menurun. Hal ini yang menjadi penyebab rusaknya hati maupun ginjal. Tahap ini disebut tahap ireversibel. Walaupun dengan pengobatan yang baik sekalipun, kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat diperbaiki.

Kekerasan merupakan penyebab tersering dari syok, (maksudnya perdarahan hebat karena benda tajam). Dalam penanganan syok, istilah “Golden Hour” menandakan waktu yang diperlukan mulai dari cedera yang dialami hingga pasien berada di meja operasi. ”Golden Hour” ini adalah waktu kritis atau waktu optimal untuk memberikan pertolongan kepada pasien dengan syok sehingga pasien dapat sembuh tanpa adanya cacat atau kelainan yang berarti.

Sebagai penolong yang berada di tempat kejadian, hal yang pertama-tama dapat dilakukan apabila melihat ada korban dalam keadaan syok adalah :

  1. Danger à melihat keadaan sekitar apakah berbahaya, baik untuk penolong maupun yang ditolong (contoh keadaan berbahaya : di tengah kobaran api)
  2. Jaga jalan napas korban (sesuai dengan cara yang dibahas di materi RJP)
  3. Cegah perdarahan yang berlanjut dengan balut tekan dan peninggian
  4. Peninggian tungkai sekitar 8-12 inchi
  5. Jaga suhu tubuh pasien tetap hangat (misal dengan selimut)
  6. Lakukan penanganan cedera pasien secara khusus selama menunggu bantuan medis tiba. Periksa kembali denyut jantung suhu dan pernapasan korban setiap 5 menit.

Macam-macam syok yang paling berbahaya :

Syok anafilaktik
Syok anafilaktik merupakan reaksi alergi berat terhadap protein asing, baik yang berasal dari obat-obatan, serangga, ataupun makanan. Syok anafilaktik tergolong kegawatdaruratan dan karena itulah maka penanganan segera perlu dilakukan untuk mencegah kematian.ii
Gejala-gejala yang dialami korban :
Kulit :

  • Hangat, rasa tertusuk pada mulut, wajah, dada, kaki dan tangan
  • Gatal, kemerahan
  • Bengkak pada lidah, wajah, tangan dan kaki
  • Kebiruan
  • Pucat

Saluran pernapasan :

  • Bengkak pada mulut, lidah atau tenggorokan yang menghalangi jalan napas
  • Nyeri, rasa diremas di dada
  • Batuk, hilang suara
  • Suara napas berbunyi, mengorok

Sirkulasi :

  • Peningkatan denyut jantung
  • Penurunan tekanan darah
  • Pusing
  • Sulit tidur

Gejala umum :

  • Gatal, mata berair
  • Sakit kepala
  • Penurunan kesadaran

Tindakan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Lakukan tindakan pertolongan awal. Persiapan Bantuan Hidup Dasar
  2. Pemberian oksigen murni (jika tersedia)
  3. Pemberian obat-obatan seperti suntikan epinefrin atau antialergi (tergantung peraturan daerah setempat)

Jika syok yang terjadi disebabkan oleh sengatan serangga maka tindakan pengikatan di antara tempat gigitan dan jantung dapat dilakukan untuk mencegah racun serangga masuk ke dalam peredaran darah menuju jantung (tergantung peraturan daerah setempat)

Trauma Dingin

Trauma Dingin


Suhu Ekstrim yang rendah / Trauma Dingin

Terdapat 2 tahapan jika terdapat suhu ekstrim yang rendah, yaitu hipotermia dan frostbite
Hipotermia adalah menurunnya suhu tubuh di bawah suhu normal. Jika turun 1-2 derajat celcius, maka derajat hipotermia masih ringan. Sementara jika suhu tubuh turun lebih dari 3 derajat celcius maka derajat hipotermia sudah berat. Korban akan mengalami menggigil, tergantung derajatnya, menggigil bisa ringan bahkan sampai berat. Selain itu, gerakan korban melambat, korban mengalami mati rasa, dan tidak jarang korban mengalami penurunan kesadaran. Korban harus segera dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, pertolongan pertama yang harus diberikan antara lain:

  • Awasi denyut nadi dan pernapasan korban, bersiaplah melakukan resusitasi jantung paru
  • Jika mungkin, pindahkan korban ke ruangan dengan suhu kamar. Jika tidak mungkin, lepaskanlah pakaian korban yang basah, pakaikan dengan pakaian kering lalu balut dengan selimut sekujur tubuh korban
  • Jangan pernah menggosok tubuh korban karena dapat mengakibatkan komplikasi yang fatal, terutama pada organ jantung
  • Hangatkan tubuh korban secara perlahan-lahan, jangan langsung memanaskan tubuh korban. Sebaliknya, kompres area leher, dada, ketiak, pergelangan tangan dan lipat paha dengan kain yang sudah dibasahi dengan air hangat

Jika korban masih sadar, berikan minum dengan air hangat secara perlahan-lahan. Hati-hati, menghangatkan tubuh korban terlalu cepat dapat menimbulkan gangguan jantung

Frostbite adalah membekunya sebagian organ tubuh yang terpapar oleh suhu dingin yang berlebihan. Organ yang terkena biasanya adalah ujung-ujung jari kaki dan tangan, cuping telinga, cuping hidung, dan dagu. Tanda-tanda organ yang mengalami frostbite adalah kulitnya pucat dan keras dimana jika terkelupas akan tampak jaringan di bawahnya yang berwarna merah dan nyeri. Organ tersebut biasanya mati rasa. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan antara lain:

  • Segera hindari pajanan lebih lanjut terhadap dingin, pindahlah ke area yang lebih hangat
  • Jika dimungkinkan, hangatkan organ yang terkena di dalam wadah yang berisi air hangat. Hangatkan secara perlahan sampai kulitnya berubah menjadi memerah (kurang lebih 45 menit)
  • Jangan pernah menggosok atau menggaruk daerah yang mengalami frostbite karena dapat menyebabkan cedera jaringan lebih lanjut
  • Jika tidak tersedia air hangat, balut daerah yang mengalami frostbite dengan kain atau jika tangan yang terkena, selipkan saja tangan di bawah ketiak atau di perut
  • Jika mati rasa tetap berlanjut selama proses penghangatan segera ke rumah sakit

Selain akibat paparan suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, hal-hal tersebut diatas juga dapat timbul akibat dehidrasi, penggunaan alkohol, gangguan jantung serta penggunaan obat-obatan. Di bawah ini adalah jenis obat-obatan yang dapat menimbulkan gangguan seperti gangguan yang ditimbulkan akibat pajanan panas yang berlebihan, antara lain: Anti histamin (obat alergi), Anti kolinergik (obat batuk dan obat untuk masalah berkemih dan pencernaan), Obat jantung dan tekanan darah, Amfetamin (obat diet), Antikonvulsan (obat kejang)
Oleh karena itu, sebaiknya jika akan memakai obat-obatan tersebut di atas, akan lebih baik bila berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter anda.

Kejang

Kejang

Defenisi

Sebelum kita memahami definisi mengenai kejang, perlu kita ketahui tentang seizure dan konvulsi. Yang dimaksud dengan seizure adalah cetusan aktivitas listrik abnormal yang terjadi secara mendadak dan bersifat sementara di antara saraf-saraf di otak yang tidak dapat dikendalikan. Akibatnya, kerja otak menjadi terganggu. Manifestasi dari seizure bisa bermacam-macam, dapat berupa penurunan kesadaran, gerakan tonik (menjadi kaku) atau klonik (kelojotan), konvulsi dan fenomena psikologis lainnya. Kumpulan gejala berulang dari seizure yang terjadi dengan sendirinya tanpa dicetuskan oleh hal apapun disebut sebagai epilepsi (ayan). Sedangkan konvulsi adalah gerakan mendadak dan serentak otot-otot yang tidak bisa dikendalikan, biasanya bersifat menyeluruh. Hal inilah yang lebih sering dikenal orang sebagai kejang. Jadi kejang hanyalah salah satu manifestasi dari seizure.



Klasifikasi

Kejang dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu kejang umum atau kejang sebagian. Kejang sebagian adalah manifestasi dari gangguan sebagian kecil saraf di otak. Sementara kejang umum merupakan manifestasi dari gangguan keseluruhan saraf di otak dan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Pada jenis kejang yang terakhir ini adalah jenis yang membutuhkan bantuan segera. Beberapa gejala umum kejang yang dapat kita waspadai adalah :

* menangis kuat
* terjatuh
* kehilangan kesadaran
* seluruh badan kaku
* gerakan-gerakan mendadak yang tidak terkontrol

Gejala-gejala yang dapat timbul setelah kejang adalah, otot-otot menjadi lebih lunak, dan dalam beberapa kejadian seseorang dapat menjadi bingung dan lupa akan kejadian sebelumnya, mengantuk dan sakit kepala. Waktu durasi kejang bervariasi antara 1 hingga 5 menit, sedangkan kejang demam dapat mencapai 10 menit.



Penyebab

Beberapa etiologi kejang adalah :

* Demam tinggi pada anak-anak.

Kejang tipe ini disebut sebagai kejang demam. Kejang demam biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan s/d 4 tahun. Kejang tipe ini tidak berbahaya.

* Epilepsi,

merupakan gangguan pada otak. Kejang merupakan gejala yang sering pada epilepsi

* Tersengat listrik
* Cuaca panas
* Racun
* Infeksi
* Reaksi obat atau overdosis obat
* Vaksinasi
* Tidak diketahui



Pencegahan Kejang Demam

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kejang saat demam tinggi (walaupun bervariasi antar individu). Adalah usaha untuk menurunkan demam secepat mungkin, hal ini dapat dilakukan dengan pemberian obat antipiretik atau dengan menggunakan kompress. Pada kasus-kasus yang ekstrim, panas yang tinggi dapat diturunkan dengan cepat dengan merendam pasien di bak yang penuh dengan Es, tetapi cara ini hanya dapat dilakukan sebentar untuk mencegah hipotermi pada pasien.

Hal-hal yang harus dilakukan jika anak anda menderita demam:

* Pakaikan pakaian yang tipis, jangan selimuti anak dengan selimut tebal
* Kompres dengan air biasa (tidak panas dan tidak dingin) pada dahi dan lehernya. Basahi kulit bagian tubuh lainnya dengan spons. Jangan gosok dengan alkohol.
* Berikan asetaminofen atau parasetamol dengan dosis 10-15 mg/kg berat badan/kali jika diperlukan. Jangan berikan aspirin atau apapun yang mengandung salisilat kepada anak yang berusia di bawah 19 tahun karena dapat menimbulkan komplikasi serius
* Turunkan demam sampai suhu tubuh lebih rendah dari 38,9 derajat celcius

Yang dapat dilakukan pertama kali saat menemui pasien kejang.

* Jangan panik, berpikirlah dengan kepala jernih.
* Lindungi kepala penderita dari trauma
* Jauhkan benda-benda tajam
* Longgarkan pakaian penderita pada daerah leher
* Letakkan penderita pada posisi tidur menyamping sehingga jika terdapat cairan atau benda asing pada mulut penderita dapat keluar dan tidak menyumbat saluran napas
* Bersihkan mulut dari benda asing atau muntahan (jika ada)
* Jangan memegangi penderita yang sedang kejang
* Jangan letakkan sendok atau apapun di mulut untuk mencegah lidah tergigit
* Jangan berikan makanan atau minuman
* Jangan berikan obat apapun
* Jangan siram muka penderita dengan air
* Perhatikan durasi kejang, dan gejala gejala yang timbul untuk dilaporkan kepada petugas kesehatan

Jumat, 28 Agustus 2009

Suhu Ekstrim (Trauma Panas)

Suhu Ekstrim (Trauma Panas)


Suhu Ekstrim
Semua mahkluk hidup memiliki suhu optimal dimana mereka dapat berfungsi dengan baik, manusia sebagai mamalia berdarah panas, adalah salah satu spesies yang dapat meregulasi suhu tubuhnya di batas yang optimal, walaupun suhu lingkungan berubah-berubah, tetapi suhu lingkungan yang ekstrim dapat menimbulkan luka-luka dan cedera pada berbagai organ tubuh kita, kulit sebagai barier pertama adalah yang pertama kali rusak. Tubuh mempunyai mekanisme tertentu untuk selalu mempertahankan suhu tubuh ini. Jika suhu lingkungan kita terlalu panas, maka untuk mencegah kenaikan suhu tubuh, kita akan menghasilkan keringat. Keringat ini akan menguap dan dalam proses menguap ini terbuang panas sehingga suhu tubuh kita akan selalu tetap. Sebaliknya, jika suhu lingkungan kita terlalu dingin, maka tubuh kita akan berusaha menghasilkan panas dengan cara melakukan kontraksi otot-otot yang kita kenal dengan istilah menggigil. Akan tetapi, mekanisme ini ada batasnya. Jika sudah mencapai batasnya, maka tubuh kita tidak mampu lagi mentolerir suhu lingkungan yang terlalu ekstrim.


Suhu Ekstrim yang Tinggi / Panas
Ada tiga tahap yang timbul jika kita terpapar dengan suhu tinggi yang ekstrim, tahapan ini dapat mulai dari yang paling ringan, lalu berlanjut ke tingkatan sedang dan jika dibiarkan dapat mencapai tingkatan yang paling berat yang berpotensi untuk menimbulkan kematian.
Tingkatan yang paling ringan dikenal dengan istilah heat cramps. Gejalanya adalah kram otot yang amat menyakitkan. Biasanya terjadi pada otot tangan atau kaki. Pertolongan pertama yang bisa diberikan antara lain:

  • Pindahkan korban ke daerah yang lebih sejuk untuk beristirahat
  • Berikan air minum yang sejuk atau air minum dengan kandungan elektrolit
  • Regangkan dan pijat dengan lembut otot yang mengalami kram
  • Setelah kram otot menghilang, korban dapat kembali beraktivitas sambil diawasi tanda-tanda perburukan menjadi heat exhaustion

Tingkatan berikutnya yang lebih berat dikenal dengan istilah heat exhaustion. Gejalanya adalah kulit yang dingin, lembab atau memerah, sakit kepala, mual, pusing, lemas dan lelah. Pertolongan pertama yang dapat diberikan antara lain:

  • Pindahkan korban ke daerah yang lebih sejuk untuk beristirahat dengan posisi yang nyaman baginya untuk beristirahat
  • Lepaskan pakaian tebal pada korban, jika perlu korban tidak usah memakai pakaian
  • Kompres kulit korban dengan kain yang sudah dibasahi dengan air dingin
  • Jika korban sadar, berikan air minum yang sejuk dengan jumlah banyak tapi tidak terlalu cepat, kurang lebih sekitar 1 gelas air setiap 15 menit
  • Awasi tanda-tanda perburukan menjadi heat stroke.
  • Tidak dianjurkan bagi korban untuk meneruskan aktivitasnya hari itu

Jika heat exhaustion tidak segera ditangani, maka dapat berlanjut ke tingkatan yang terberat yang dikenal dengan istilah heat stroke. Gejalanya antara lain kulit yang panas, memerah dan tidak berkeringat (kering), penurunan kesadaran, denyut nadi yang cepat dan lemah, pernapasan yang cepat dan dalam. Korban harus segera dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, pertolongan pertama yang bisa diberikan antara lain:

  • Pindahkan korban ke daerah yang lebih sejuk untuk beristirahat dengan posisi yang nyaman baginya untuk beristirahat
  • Lepaskan pakaian tebal pada korban, jika perlu korban tidak usah memakai pakaian
  • Kompres kulit korban dengan kain yang sudah dibasahi dengan air dingin
  • Kompres daerah pergelangan tangan, leher, ketiak dan lipat paha korban dengan es batu yang dilapisi kain atau plastik
  • Awasi pernapasan dan denyut nadi korban, bersiaplah untuk melakukan resusitasi jantung paru

Promotion









Seen in the picture (L-R) Mr. Ruben Beda Kulle (Business Development Director – Aston International), Mr. Drs. Achmad Amins MM (Mayor of Samarinda), Mr. Deky Ruslianto (Managing Director PT. Samarinda Central Plaza) and Mr. Jack Yaroo Zega (General Manager of Aston Samarinda Hotel & Conference Center) picture together during the Soft Opening Ceremony of Aston Samarinda Hotel & Conference Center.




For further information, please contact :
ASTON International Hotels, Resorts and Residences
Wisma Staco, 3rd Floor, Suite 100, Jl. Casablanca Kav. 18, Jakarta 12870, Indonesia
t: + 62-21 831 8800 f: +62-21 831 7180
e: Info@Aston-International.com Visit / Kunjungi: www.Aston-International.com

Sesak Nafas

Sesak Nafas


Sesak napas (dyspnea)

Definisi :

Perasaan yang dirasakan oleh seseorang mengenai ketidaknyamanan atau kesulitan dalam bernapas.
Sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru-paru) atau gangguan yang berasal dari luar paru-paru (jantung)


Tanda-tanda dari sesak napas dapat berupa :

  • Peningkatan jumlah frekuensi napas (dewasa >20x/menit; anak >30x/menit; bayi>40x/menit)
  • Kebiruan pada sekitar bibir, ujung-ujung jari
  • Adanya suara napas tambahan seperti ngorok, serak, grok-grok, mengi

Penyebab kegawatdaruratan karena sesak napas dapat berupa :

  • Asma : batuk, mengi
  • Infeksi paru (pneumonia) : batuk, panas, sesak napas
  • Alergi (pembengkakan pada tenggorok yang menyebabkan terjadinya sumbatan) : riwayat makan makanan yang menyebabkan alergi (seafood, kacang, telur, dll)
  • Sakit jantung (disertai nyeri dada)
  • Trauma dada (kecelakaan yang mengenai dada) : riwayat benturan keras di daerah dada, sesak napas, nyeri dada, ada kerusakan pada dada (patah tulang), perdarahan

Langkah pertolongan :
Apabila korban sadar :

  • Amankan posisi korban
  • Aktifkan sistem gawat darurat (memanggil pertolongan : orang sekitar, ambulan)
  • Tanyakan obat-obatan dan penyakit yang diderita korban
  • Berikan obat-obatan (apabila korban memiliki penyakit khusus, contoh : sakit jantung) dan temani korban sampai paramedis datang dan untuk mencegah perburukan apabila korban tiba-tiba tidak sadar

Gambar : CPR

Apabila korban tidak sadar :

  • Mengecek respon korban (dengan memanggil atau merangsang nyeri à penekanan pada kuku korban)
  • Aktifkan sistem gawat darurat (memanggil pertolongan : orang sekitar, ambulan)
  • Periksa apakah korban bernapas secara normal atau tidak; (lihat breathing)
  • Periksa denyut nadi korban; (lihat CPR)

Sakit Kepala

Sakit Kepala


Definisi

Sakit kepala atau headache atau sefalgia sering menjadi keluhan seseorang berobat ke dokter. Sakit kepala, seperti nyeri dada atau nyeri punggung, mempunyai berbagai macam penyebab.


Penyebab

Sakit kepala dibagi2, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer adalah sakit kepala tanpa penyebab yang jelas dan tidak berhubungan dengan penyakit lain. Contohnya adalah sakit kepala tipe tensión, migren atau cluster. Sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit lain. Contohnya adalah infeksi virus, adanya pendesakan di dalam tengkorak oleh tumor, cairan otak, darah, dan kematian jaringan otak serta stroke.


Gejala
Sakit kepala tipe tension adalah jenis sakit kepala primer yang paling sering. Diperkirakan sekitar 90% orang usia dewasa mempunyai penyakit ini dan lebih banyak menyerang wanita dibanding pria. Sakit kepala tipe tensión diakibatkan oleh gangguan otot-otot dan jaringan ikat di sekitar kepala dan leher. Biasanya mengenai daerah dahi hingga bagian belakang kepala. Adanya gangguan pada otot-otot tersebut akan menimbulkan nyeri yang disebut contraction pain. Kejadian tipe tension ini dikaitkan dengan faktor stres. Menurut International Headache Society (IHS), tipe tension dapat didiagnosis jika terdapat dua dari kriteria berikut:

  • Gejala seperti ditekan dan diikat (tidak berdenyut)
  • Lokasi dari belakang kepala hingga dahi
  • Gejala pada kedua sisi dengan gejala ringan hingga sedang
  • Tidak dipengaruhi oleh aktivitas tertentu

Pasien dengan tipe tension ini memiliki riwayat keluhan selama 3 menit hingga 7 hari, tidak ada mual atau muntah, fotofobia (takut cahaya), gejala timbul saat stres atau khawatir, insomnia (sulit tidur), sulit konsentrasi dan tidak ada gejala awal.

Sakit kepala tipe migren adalah penyebab kedua terbanyak sakit kepala primer. Diperkirakan sekitar 28 juta penduduk AS mempunyai penyakit ini. Sakit kepala tipe migren menyerang anak-anak maupun dewasa. Sebelum pubertas, angka kejadian antara wanita dan pria sama, namun setelah pubertas, penyakit ini lebih menyerang wanita dibanding pria.
Gejalanya antara lain:

  • Nyeri derajat sedang atau berat, pada 1 sisi kepala ataupun di kedua sisi kepala
  • Diperparah oleh aktivitas fisik
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Mual dengan atau tanpa muntah

Jika tidak diobati, sakit kepala tipe migren dapat bertahan selama 4 sampai 72 jam, tapi frekuensi terjadinya berbeda-beda antar individu. Dapat terjadi beberapa kali serangan migren dalam satu bulan, namun dapat terjadi pula hanya satu adau dua kali serangan selama satu tahun.
Sakit kepala tipe cluster masih diperdebatkan mekanisme terjadinya. Ada teori yang menyatakan faktor hormonal berperan dalam timbulnya sakit kepala ini. Faktor imunologi, pembuluh darah, kurang oksigen dan karbondioksida diduga berperan juga namun masih kontroversial. Seseorang dengan sakit kepala tipe ini mengalami keluhan 5-180 menit, 1 – 8 kali sehari. Tidak ada aura (perasaan tidak enak badan sebelumnya). Gejala yang dirasakan yaitu:

  • Nyeri yang jauh lebih hebat dari tipe tension

Mengenai daerah wajah terutama sekitar mata, seringkali di saat akan tidur. Gejala dipengaruhi stres, relaksasi, suhu yang tinggi dan aktivitas seksual. Selain itu, gejala dapat dipengaruhi makanan, alkohol dan rokok.

  • Pasien akan gelisah, meronta-ronta dan terkadang membenturkan kepalanya ke benda keras.
  • Timbul gejala lain seperti:
    • Hidung tersumbat sebelah
    • Keluar air mata
    • Mata kemerahan
    • Kelopak mata bengkak
    • Denyut jantung meningkat

Pengobatan
Hal yang dapat dilakukan jika mengalami sakit kepala adalah:

    • Istirahat
    • Hindari stres dan faktor-faktor lain yang dapat memperberat nyeri kepala
    • Minum obat sakit kepala yang dijual bebas
    • Jika keluhan tidak berkurang segera hubungi dokter

Keluhan sakit kepala ringan biasanya akan reda dengan obat-obat sakit kepala yang dijual bebas yang sudah mengandung penghilang rasa nyeri, seperti mengandung paracetamol ataupun asam mefenamat. Jika nyeri terus berlanjut, maka ada kemungkinan keluhan bukan sakit kepala biasa dan perlu konsultasi dengan dokter. Begitu pula, keluhan sakit kepala yang berulang dan semakin berat ataupun semakin sering sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.
Untuk tipe cluster, penderita sebaiknya rutin memeriksakan diri karena sakit kepala tipe cluster ini akan selalu menjadi masalah dengan sering kambuhnya keluhan. Selain itu, tipe cluster seringkali dikaitkan dengan kelainan-kelainan di otak seperti adanya tumor ataupun adanya tumor di luar otak seperti di paru dan saluran napas. Penanganan yang baik akan mengurangi kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup penderita

Jumat, 26 Juni 2009

Nyeri Dada

Nyeri Dada

Definisi
Perasaan nyeri pada dada akibat suatu rangsangan yang merusak yang disebabkan oleh trauma atau kelainan pada dinding dada, jantung, selaput paru (pleura), sekat rongga badan (diafragma), kerongkongan atau lambung.

Penyebab

* penyakit jantung koroner (penyebab terbanyak dari henti jantung) yang ditandai dengan sakit dada seperti tertusuk, terjerat, terbakar pada daerah dada, leher, rahang; nyeri dapat menjalar sampai lengan; berlangsung > 20 menit; berdebar-debar; keringat dingin; perasaan seperti “mati”
* nyeri otot dada : nyeri tajam sampai tumpul di dinding dada dan diperberat dengan gerakan dada
* gangguan saluran cerna atas : nyeri seperti terbakar, lokasi? berada di serasa di “balik dada”?
* penyakit paru : nyeri tajam dan terlokalisasi di kanan atau kiri dada
* trauma : ada riwayat trauma, benturan atau kecelakaan di daerah dada

Pertolongan
Pengenalan yang penting diantara semua penyebab nyeri dada adalah nyeri dada akibat serangan jantung. Hal ini disebabkan karena seringkali nyeri dada akibat serangan jantung disertai dengan penurunan kesadaran, henti napas serta henti jantung setelah timbulnya nyeri dada.
Bila pasien tidak sadar

* Aktifkan sistem gawat darurat (memanggil pertolongan : orang sekitar, ambulan)
* Langkah breathing
* Langkah CPR

Bila pasien sadar :

* Aktifkan sistem gawat darurat (memanggil pertolongan : orang sekitar, ambulan)
* Amankan korban
* Tanyakan obat dan riwayat penyakit
* Berikan obat korban
* Temani korban sampai pertolongan atau tenaga paramedis datang

Mual dan Muntah

Mual dan Muntah


Mual dan muntah

Definisi
Mual adalah sensasi tidak enak yang biasanya terjadi sebelum keinginan untuk muntah. Sedangkan muntah sendiri adalah pengeluaran isi lambung dengan kuat lewat mulut. Muntah terjadi apabila pusat muntah di susunan saraf pusat terstimulasi.

Penyebab
Penyebab muntah pada bayi:

  • kelainan saluran cerna : disertai diare, demam
  • infeksi saluran kemih : nyeri saat BAK, demam
  • otitis media (infeksi telinga bagian tengah) : nyeri telinga, panas, keluar cairan dari telinga
  • asma : batuk, mengi
  • gangguan pemberian makan
  • intususepsi (usus yang tumpang tindih) : nyeri perut, teraba benjolan di perut (kegawatan bedah)

Penyebab muntah pada anak

  • sama seperti diatas
  • sindrom muntah berulang : biasa disertai sakit kepala

Penyebab muntah pada dewasa :

  • infeksi saluran cerna
  • reaksi terhadap keracunan makanan atau obat
  • gangguan pergerakan usus
  • sumbatan saluran cerna
  • gangguan keseimbangan
  • trauma kepala

Pengobatan
Rehidrasi, berikan cairan sesuai dengan yang keluar.
Tanda-tanda dehidrasi pada anak

  1. tanpa dehidrasi: sadar, mau minum normal, kelopak mata normal, air mata banyak, mulut tidak kering, kulit tidak keriput. Urin normal. Berat badan turun>
  2. dehidrasi ringan-sedang : rewel, gelisah, tampak kehausan dan minum dengan cepat, kelopak mata cekung, air mata berkurang, mulut kering, kulit pucat, urin berkurang, berat badan turun 5-10% dari berat badan sebelumnya. Diberikan rehidrasi dengan CRO 75mg/kgBB/3jam dan penggantian cairan sama seperti dehidrasi ringan.
  3. dehidrasi berat : lemah, tidak sadar, tidak mau minum, kelopak mata sangat cekung, sangat kering, kulit pucat, berat badan turun>10% dari berat badan sebelumnya. Terapi rehidrasi dengan cairan intravena (infus) untuk itu segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

Pada dewasa :

  1. dehidrasi ringan-sedang : berikan cairan oral (minum) seperti minuman bersoda, jus buah, atau minuman olahraga. Minuman rehidrasi buatan rumah dapat dari 8 ons apel, jeruk atau buah lainnya ditambah ½ sendok teh madu, seujung jari garam, 8 ons air dan ¼ sendok teh baking soda. Cairan rehidrasi berbahan dasar beras dapat dibuat dengan mencampur ½ mangkuk sereal bayi kering dengan 2 cangkir air dan ¼ sendok teh garam. Berikan sesuai dengan jumlah yang keluar.
  2. Pada dehidrasi berat dimana terdapat gangguan kesadaran, ketidakmampuan untuk minum serta adanya diare dan atau muntah yang terus berlangsung maka dilakukan pemberian cairan melalui intravena (infus ) pada fasilitas kesehatan

Kenali tanda-tanda bahaya terutama pada anak dan orang tua. Seperti lemas, mengantuk, tidak ada respon, tidak mau minum, sulit dibangunkan, kulit keriput. Segera bawa ke fasilitas kesehatan.

INFO TERKINI