Jumat, 28 Agustus 2009

Suhu Ekstrim (Trauma Panas)

Suhu Ekstrim (Trauma Panas)


Suhu Ekstrim
Semua mahkluk hidup memiliki suhu optimal dimana mereka dapat berfungsi dengan baik, manusia sebagai mamalia berdarah panas, adalah salah satu spesies yang dapat meregulasi suhu tubuhnya di batas yang optimal, walaupun suhu lingkungan berubah-berubah, tetapi suhu lingkungan yang ekstrim dapat menimbulkan luka-luka dan cedera pada berbagai organ tubuh kita, kulit sebagai barier pertama adalah yang pertama kali rusak. Tubuh mempunyai mekanisme tertentu untuk selalu mempertahankan suhu tubuh ini. Jika suhu lingkungan kita terlalu panas, maka untuk mencegah kenaikan suhu tubuh, kita akan menghasilkan keringat. Keringat ini akan menguap dan dalam proses menguap ini terbuang panas sehingga suhu tubuh kita akan selalu tetap. Sebaliknya, jika suhu lingkungan kita terlalu dingin, maka tubuh kita akan berusaha menghasilkan panas dengan cara melakukan kontraksi otot-otot yang kita kenal dengan istilah menggigil. Akan tetapi, mekanisme ini ada batasnya. Jika sudah mencapai batasnya, maka tubuh kita tidak mampu lagi mentolerir suhu lingkungan yang terlalu ekstrim.


Suhu Ekstrim yang Tinggi / Panas
Ada tiga tahap yang timbul jika kita terpapar dengan suhu tinggi yang ekstrim, tahapan ini dapat mulai dari yang paling ringan, lalu berlanjut ke tingkatan sedang dan jika dibiarkan dapat mencapai tingkatan yang paling berat yang berpotensi untuk menimbulkan kematian.
Tingkatan yang paling ringan dikenal dengan istilah heat cramps. Gejalanya adalah kram otot yang amat menyakitkan. Biasanya terjadi pada otot tangan atau kaki. Pertolongan pertama yang bisa diberikan antara lain:

  • Pindahkan korban ke daerah yang lebih sejuk untuk beristirahat
  • Berikan air minum yang sejuk atau air minum dengan kandungan elektrolit
  • Regangkan dan pijat dengan lembut otot yang mengalami kram
  • Setelah kram otot menghilang, korban dapat kembali beraktivitas sambil diawasi tanda-tanda perburukan menjadi heat exhaustion

Tingkatan berikutnya yang lebih berat dikenal dengan istilah heat exhaustion. Gejalanya adalah kulit yang dingin, lembab atau memerah, sakit kepala, mual, pusing, lemas dan lelah. Pertolongan pertama yang dapat diberikan antara lain:

  • Pindahkan korban ke daerah yang lebih sejuk untuk beristirahat dengan posisi yang nyaman baginya untuk beristirahat
  • Lepaskan pakaian tebal pada korban, jika perlu korban tidak usah memakai pakaian
  • Kompres kulit korban dengan kain yang sudah dibasahi dengan air dingin
  • Jika korban sadar, berikan air minum yang sejuk dengan jumlah banyak tapi tidak terlalu cepat, kurang lebih sekitar 1 gelas air setiap 15 menit
  • Awasi tanda-tanda perburukan menjadi heat stroke.
  • Tidak dianjurkan bagi korban untuk meneruskan aktivitasnya hari itu

Jika heat exhaustion tidak segera ditangani, maka dapat berlanjut ke tingkatan yang terberat yang dikenal dengan istilah heat stroke. Gejalanya antara lain kulit yang panas, memerah dan tidak berkeringat (kering), penurunan kesadaran, denyut nadi yang cepat dan lemah, pernapasan yang cepat dan dalam. Korban harus segera dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, pertolongan pertama yang bisa diberikan antara lain:

  • Pindahkan korban ke daerah yang lebih sejuk untuk beristirahat dengan posisi yang nyaman baginya untuk beristirahat
  • Lepaskan pakaian tebal pada korban, jika perlu korban tidak usah memakai pakaian
  • Kompres kulit korban dengan kain yang sudah dibasahi dengan air dingin
  • Kompres daerah pergelangan tangan, leher, ketiak dan lipat paha korban dengan es batu yang dilapisi kain atau plastik
  • Awasi pernapasan dan denyut nadi korban, bersiaplah untuk melakukan resusitasi jantung paru

Promotion









Seen in the picture (L-R) Mr. Ruben Beda Kulle (Business Development Director – Aston International), Mr. Drs. Achmad Amins MM (Mayor of Samarinda), Mr. Deky Ruslianto (Managing Director PT. Samarinda Central Plaza) and Mr. Jack Yaroo Zega (General Manager of Aston Samarinda Hotel & Conference Center) picture together during the Soft Opening Ceremony of Aston Samarinda Hotel & Conference Center.




For further information, please contact :
ASTON International Hotels, Resorts and Residences
Wisma Staco, 3rd Floor, Suite 100, Jl. Casablanca Kav. 18, Jakarta 12870, Indonesia
t: + 62-21 831 8800 f: +62-21 831 7180
e: Info@Aston-International.com Visit / Kunjungi: www.Aston-International.com

Sesak Nafas

Sesak Nafas


Sesak napas (dyspnea)

Definisi :

Perasaan yang dirasakan oleh seseorang mengenai ketidaknyamanan atau kesulitan dalam bernapas.
Sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru-paru) atau gangguan yang berasal dari luar paru-paru (jantung)


Tanda-tanda dari sesak napas dapat berupa :

  • Peningkatan jumlah frekuensi napas (dewasa >20x/menit; anak >30x/menit; bayi>40x/menit)
  • Kebiruan pada sekitar bibir, ujung-ujung jari
  • Adanya suara napas tambahan seperti ngorok, serak, grok-grok, mengi

Penyebab kegawatdaruratan karena sesak napas dapat berupa :

  • Asma : batuk, mengi
  • Infeksi paru (pneumonia) : batuk, panas, sesak napas
  • Alergi (pembengkakan pada tenggorok yang menyebabkan terjadinya sumbatan) : riwayat makan makanan yang menyebabkan alergi (seafood, kacang, telur, dll)
  • Sakit jantung (disertai nyeri dada)
  • Trauma dada (kecelakaan yang mengenai dada) : riwayat benturan keras di daerah dada, sesak napas, nyeri dada, ada kerusakan pada dada (patah tulang), perdarahan

Langkah pertolongan :
Apabila korban sadar :

  • Amankan posisi korban
  • Aktifkan sistem gawat darurat (memanggil pertolongan : orang sekitar, ambulan)
  • Tanyakan obat-obatan dan penyakit yang diderita korban
  • Berikan obat-obatan (apabila korban memiliki penyakit khusus, contoh : sakit jantung) dan temani korban sampai paramedis datang dan untuk mencegah perburukan apabila korban tiba-tiba tidak sadar

Gambar : CPR

Apabila korban tidak sadar :

  • Mengecek respon korban (dengan memanggil atau merangsang nyeri à penekanan pada kuku korban)
  • Aktifkan sistem gawat darurat (memanggil pertolongan : orang sekitar, ambulan)
  • Periksa apakah korban bernapas secara normal atau tidak; (lihat breathing)
  • Periksa denyut nadi korban; (lihat CPR)

Sakit Kepala

Sakit Kepala


Definisi

Sakit kepala atau headache atau sefalgia sering menjadi keluhan seseorang berobat ke dokter. Sakit kepala, seperti nyeri dada atau nyeri punggung, mempunyai berbagai macam penyebab.


Penyebab

Sakit kepala dibagi2, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer adalah sakit kepala tanpa penyebab yang jelas dan tidak berhubungan dengan penyakit lain. Contohnya adalah sakit kepala tipe tensión, migren atau cluster. Sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit lain. Contohnya adalah infeksi virus, adanya pendesakan di dalam tengkorak oleh tumor, cairan otak, darah, dan kematian jaringan otak serta stroke.


Gejala
Sakit kepala tipe tension adalah jenis sakit kepala primer yang paling sering. Diperkirakan sekitar 90% orang usia dewasa mempunyai penyakit ini dan lebih banyak menyerang wanita dibanding pria. Sakit kepala tipe tensión diakibatkan oleh gangguan otot-otot dan jaringan ikat di sekitar kepala dan leher. Biasanya mengenai daerah dahi hingga bagian belakang kepala. Adanya gangguan pada otot-otot tersebut akan menimbulkan nyeri yang disebut contraction pain. Kejadian tipe tension ini dikaitkan dengan faktor stres. Menurut International Headache Society (IHS), tipe tension dapat didiagnosis jika terdapat dua dari kriteria berikut:

  • Gejala seperti ditekan dan diikat (tidak berdenyut)
  • Lokasi dari belakang kepala hingga dahi
  • Gejala pada kedua sisi dengan gejala ringan hingga sedang
  • Tidak dipengaruhi oleh aktivitas tertentu

Pasien dengan tipe tension ini memiliki riwayat keluhan selama 3 menit hingga 7 hari, tidak ada mual atau muntah, fotofobia (takut cahaya), gejala timbul saat stres atau khawatir, insomnia (sulit tidur), sulit konsentrasi dan tidak ada gejala awal.

Sakit kepala tipe migren adalah penyebab kedua terbanyak sakit kepala primer. Diperkirakan sekitar 28 juta penduduk AS mempunyai penyakit ini. Sakit kepala tipe migren menyerang anak-anak maupun dewasa. Sebelum pubertas, angka kejadian antara wanita dan pria sama, namun setelah pubertas, penyakit ini lebih menyerang wanita dibanding pria.
Gejalanya antara lain:

  • Nyeri derajat sedang atau berat, pada 1 sisi kepala ataupun di kedua sisi kepala
  • Diperparah oleh aktivitas fisik
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Mual dengan atau tanpa muntah

Jika tidak diobati, sakit kepala tipe migren dapat bertahan selama 4 sampai 72 jam, tapi frekuensi terjadinya berbeda-beda antar individu. Dapat terjadi beberapa kali serangan migren dalam satu bulan, namun dapat terjadi pula hanya satu adau dua kali serangan selama satu tahun.
Sakit kepala tipe cluster masih diperdebatkan mekanisme terjadinya. Ada teori yang menyatakan faktor hormonal berperan dalam timbulnya sakit kepala ini. Faktor imunologi, pembuluh darah, kurang oksigen dan karbondioksida diduga berperan juga namun masih kontroversial. Seseorang dengan sakit kepala tipe ini mengalami keluhan 5-180 menit, 1 – 8 kali sehari. Tidak ada aura (perasaan tidak enak badan sebelumnya). Gejala yang dirasakan yaitu:

  • Nyeri yang jauh lebih hebat dari tipe tension

Mengenai daerah wajah terutama sekitar mata, seringkali di saat akan tidur. Gejala dipengaruhi stres, relaksasi, suhu yang tinggi dan aktivitas seksual. Selain itu, gejala dapat dipengaruhi makanan, alkohol dan rokok.

  • Pasien akan gelisah, meronta-ronta dan terkadang membenturkan kepalanya ke benda keras.
  • Timbul gejala lain seperti:
    • Hidung tersumbat sebelah
    • Keluar air mata
    • Mata kemerahan
    • Kelopak mata bengkak
    • Denyut jantung meningkat

Pengobatan
Hal yang dapat dilakukan jika mengalami sakit kepala adalah:

    • Istirahat
    • Hindari stres dan faktor-faktor lain yang dapat memperberat nyeri kepala
    • Minum obat sakit kepala yang dijual bebas
    • Jika keluhan tidak berkurang segera hubungi dokter

Keluhan sakit kepala ringan biasanya akan reda dengan obat-obat sakit kepala yang dijual bebas yang sudah mengandung penghilang rasa nyeri, seperti mengandung paracetamol ataupun asam mefenamat. Jika nyeri terus berlanjut, maka ada kemungkinan keluhan bukan sakit kepala biasa dan perlu konsultasi dengan dokter. Begitu pula, keluhan sakit kepala yang berulang dan semakin berat ataupun semakin sering sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.
Untuk tipe cluster, penderita sebaiknya rutin memeriksakan diri karena sakit kepala tipe cluster ini akan selalu menjadi masalah dengan sering kambuhnya keluhan. Selain itu, tipe cluster seringkali dikaitkan dengan kelainan-kelainan di otak seperti adanya tumor ataupun adanya tumor di luar otak seperti di paru dan saluran napas. Penanganan yang baik akan mengurangi kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup penderita

INFO TERKINI